Pacaran Tanda Kedewasaan atau Beradegan Dewasa

Ane setiap malam Minggu suka kluyuran gan malam-malam sampai jam 02.00 an, dan sering jumpai pasangan remaja masih asyik-asyikan di pojok-pojok tempat umum, dari cowok yang maco sampai yang jauh dari maco, dari yang berjilbab sampai yang irit kainnya. Dalam pikiran kotor ane kok gak kedinginan ya thu cewek, apa minta dipelukin ya :).  Selain itu gan dalam hati ini juga bertanya-tanya apa mereka gak dicari orang tuanya. Dan apa orang tuanya juga tau klo anaknya kluyuran.

Berlanjut, dari cerita ane tadi gan, ane cuman mau menyampaikan sedikit banyak tentang masalah remaja kita yang menganggap pacaran itu wajar-wajar saja asal dilakukan dengan benar. Ada juga yang menganggap pacaran itu tidak pernah dibenarkan, dan itu merupakan perilaku yang salah. Jadi menurut agan BENAR atau SALAH nih pacaran?

Kebanyakan dari kita, khususnya Remaja, beranggapan bahwa Pacaran adalah tanda kedewasaan. jadi, seorang pria dikatakan sudah dewasa bila ia sudah mampu melakukan rutinitas dewasa dengan pasanganya, seperti apel malam Minggu, jalan, makan di kafe atau restoran. hingga, akhirnya melakukan adegan-adegan dewasa sampai terjadi hal-hal yang inginkan.

Kebanyakan remaja kita beralasan bahwa pacaran adalah metode yang tepat untuk mengenal lebih dalam. Katanya pengenalan awal sebelum siap sampai jenjang pernikahan. Terus apa saja yang remaja lakukan biar bisa disebut pacaran, jika tidak berpegangan, berciuman, meraba-raba, atau segala perbuatan lain yang notabene bisa disebut juga adegan dewasa.

Tambah pusing aja gan, yang benar thu mana Pacaran Tanda Kedewasaan atau Melakukan Adegan Dewasa?

Menurut para pakar dewasa adalah mampu memposisikan diri dengan tepat dalam menyikapi suatu masalah.

Nah agan-agan sudah tahu sendiri kan jawabanya, karena agan-agan sudah dewasa kan? klo yang belum dewasa bisa bertanya kepada yang sudah dewasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *