Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example 970x250
Wisata

Jelajahi Pesona Taman Nasional Ujung Kulon

×

Jelajahi Pesona Taman Nasional Ujung Kulon

Share this article
Ujung Kulon
Example 468x60

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan salah satu kawasan konservasi yang terletak di ujung barat Pulau Jawa. Tepatnya, di Kecamatan Sumur dan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Taman Nasional Ujung Kulon identik dengan keberadaan badak bercula satu. Selain itu, kawasan konservasi ini mempunyai hamparan pantai pasir putih yang eksotis.

Dengan sejumlah daya tarik itu, Taman Nasional Ujung Kulon menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Jawa Barat.

Example 300x600

Taman Nasional Ujung Kulon memiliki luas mencapai 122.956 hektare, terdiri dari kawasan darat sebesar 78.619 hektare dan perairan sebesar 44.337 hektare, berdasarkan informasi dari website resminya. Kawasan seluas 122.956 hektare ini, menyimpan beragam kekayaan flora dan fauna yang telah tersohor hingga mancanegara.

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan salah satu kawasan konservasi tertua di Indonesia. Berdasarkan informasi dari situs resminya, taman nasional ini ditemukan oleh seorang ahli Botani Jerman, Franz Wilhelm Junghuhn pada 1846. Jadi, usianya kini mencapai 177 tahun. Menurut sejarah, kala itu Franz Wilhelm Junghuhn tengah mengumpulkan tumbuhan tropis. Usai ditemukan, kekayaan flora dan fauna Ujung Kulon mulai dikenal oleh para peneliti. Bahkan perjalanan Franz Wilhelm Junghuhn ke Ujung Kulon ini, sempat masuk di dalam jurnal ilimiah skala internasional beberapa tahun kemudian.

Ujung Kulon merupakan saksi letusan dahsyat Gunung Krakatau pada 1883 silam, seperti dikutip dari Pesona Indonesia. Antara Ujung Kulon dan Gunung Krakatau dipisahkan oleh Selat Sunda. Letusan dahsyat Gunung Krakatau yang menghasilkan gelombang tsunami setinggi kurang lebih 15 meter tersebut, meluluhlantakkan Ujung Kulon. Mulai dari pemukiman penduduk, satwa hingga vegetasi yang menghuni kawasan ini. Meskipun letusan Gunung Krakatau menyapu bersih kawasan Ujung Kulon, namun kehidupan di Ujung Kulon kembali bangkit. Beberapa tahun kemudian, ekosistem vegetasi dan satwa di Ujung Kulon kembali tumbuh dengan baik.

Ujung Kulon merupakan habitat badak bercula satu, atau badak Jawa (rhinoceros sondaicus). elain badak Jawa, kawasan ini menjadi tempat konservasi beragam satwa lainnya, seperti owa Jawa (hylobates moloch), surili (presbytis aigula), anjing hutan (cuon alpinus javanicus), dan sebagainya. Jika berkunjung ke Ujung Kulon, sempatkan diri berwisata di Semenanjung Ujung Kulon untuk menikmati Padang Rumput Cidaon, yang menjadi tempat berkumpul banteng, burung merak, ayam hutan, dan badak Jawa yang sesekali menampakkan diri.