Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example 970x250
Wisata

Jelajahi Taman Nasional Tanjung Puting, Rumah Orang Utan di Kalimantan

×

Jelajahi Taman Nasional Tanjung Puting, Rumah Orang Utan di Kalimantan

Share this article
Tanjung Puting
Example 468x60

Ketika memasuki belantara lebat hutan Kalimantan yang dibelahi sungai-sungai di Taman Nasional Tanjung Puting maka itu akan menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan. Anda seketika menjadi seorang petualang alam untuk bertemu beragam hewan tropis nan eksotis dengan aktor utamanya adalah orangutan. Tanjung Puting begitu istimewa karena kawasan ini merupakan ibu kota-nya orangutan di muka Bumi.

Taman nasional yang luasnya hampir mencapai seukuran Bali ini adalah rumah bagi kehidupan liar yang menakjubkan. Di sini juga berdiam bekantan dan monyet ekor panjang, burung, serta hewan liar lainnya, belum lagi tanaman asli hutan itu sendiri. Jelasnya tempat ini merupakan harta karun dunia yang menarik perhatian pengunjung dari berbagai belahan dunia.

Example 300x600

Taman Nasional Tanjung Puting berada di Provinsi Kalimantan Tengah. Awalnya kawasan ini dinyatakan sebagai cagar alam tahun 1935 dan menjadi taman nasional pada 1982. TNTP berada di semenanjung luar laut Jawa dengan zona habitat yang beragam dari sejumlah besar makhluk hidup, baik flora dan fauna.

Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) merupakan objek wisata yang terkenal dengan kekayaan alam dan hewan. Terutama orangutan, yang menjadi penghuni paling terkenal di taman nasional ini.

Tanjung Puting pada awalnya merupakan cagar alam dan suaka margasatwa dengan luas total 305.000 ha. Selanjutnya Tanjung Puting ditetapkan sebagai Taman Nasional luasnya menjadi 415.040 ha.

Taman nasional yang luasnya hampir mencapai seukuran Bali ini adalah rumah bagi kehidupan liar yang menakjubkan. Di sini juga berdiam bekantan dan monyet ekor panjang, burung, serta hewan liar lainnya, belum lagi tanaman asli hutan itu sendiri. Jelasnya tempat ini merupakan harta karun dunia yang menarik perhatian pengunjung dari berbagai belahan dunia.

Lingkungan hutan yang menakjubkan ini harus dikunjungi jika Anda memang penyuka petualangan di alam terbuka. Sungai di sekitar TNTP merupakan sumber air yang jernih dan didiami beragam ikan air tawar dan makhluk dua alam. Dengan jumlah populasi yang banyak di tempat ini menjadikannya salah satu tempat terpenting di dunia untuk pelestarian hewan primata, burung, reptil dan ikan.

Orangutan tidak diragukan lagi menjadi penghuni yang paling di kenal di TNTP. Di sini menjadi pusat penelitian orangutan yang bertempat Camp Leakey. Di sanalah orangutan ditangkarkan dan diteliti secara berkelanjutan. Dengan sekira tiga perempat populasi orangutan di dunia yang hidup di Kalimantan, TNTP adalah tempat paling sempurna untuk melihat langsung kehidupan hewan menakjubkan itu di alam liar.

Diserbu Turis Asing

Ekowisata pusat rehabilitasi Orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah makin diserbu turis asing, terutama asal Amerika, Eropa dan Jepang.

Jumlah kunjungan wisatawan di Tanjung Puting tahun 2013 sekitar 13.000 orang, terdiri dari 8.500 turis asing, dan 4.500 turis domestik. Kemenparekraf telah banyak memberikan bantuan untuk pengembangan ekowisata di Tanjung Puting di antaranya pembangunan gedung pusat informasi wisata, pembangunan dermaga untuk kapal klotok, pembangunan dua kapal klotok, pembangunan beberapa homestay, dan toilet.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Kemenparekraf, jumlah kunjungan turis meningkat lebih dari 100 persen jika dibandingkan tahun 2010 dimana jumlah turis yang datang hanya sekitar 5.820 orang saja. Dalam waktu tiga tahun sudah meningkat menjadi 13.000 orang.

Bagi turis, kunjungan ke ekowisata Tanjung Puting selain melihat dan memberikan makan Orang Utan juga dapat melakukan trecking ke dalam hutan, melihat satwa lainnya seperti babi hutan, jenis monyet Bekantan, Owa-owa dan Ungka, beruang madu serta 200 jenis burung satwa liar lainnya.

Selain itu, di sana ada hotel di tengah hutan yakni Rimba Orangutan Lodge dan para turis bisa menikmati panorama hutan rimba dengan kapal klotok sambil menyusuri sungai Sekonyer. Para turis dapat makan, minum teh dan kopi serta pisang goreng di kapal Klotok itu. Bahkan tidur malam di kapal klotok di pinggir sungai Sekonyer.

“Selain Tanjung Puting merupakan pusat rehabilitasi dan riset Orangutan, kami kembangkan ekowisata di sini agar masyarakat ikut terlibat dan mendapat banyak keuntungan dan pendapatan sehingga mereka merasa perlu ikut menjaga dan melestarikan hutan lindung dan taman nasional sebagai habitat yang nyaman bagi Orangutan,” kata Prof Birute Galdikas, peneliti Orangutan asal Kanada yang kini sudah menjadi WNI.

Tanjung Puting merupakan taman nasional yang memiliki jumlah Orangutan terbesar di dunia sekitar 6.000 lebih Orangutan hidup disana. Selain itu, di seluruh Sumatera hidup sekitar 7.000 Orangutan.

Hanya dua negara yang memiliki Orangutan yakni Indonesia dan Malaysia. Jadi Orangutan memang termasuk asset dan kekayaan bangsa Indonesia yang perlu dijaga dan dilestarikan kehidupan dan habitatnya

Ketika memasuki belantara lebat hutan Kalimantan yang dibelahi sungai-sungai di Taman Nasional Tanjung Puting maka itu akan menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan. Anda seketika menjadi seorang petualang alam untuk bertemu beragam hewan tropis nan eksotis dengan aktor utamanya adalah orangutan. Tanjung Puting begitu istimewa karena kawasan ini merupakan ibu kota-nya orangutan di muka Bumi.

Taman nasional yang luasnya hampir mencapai seukuran Bali ini adalah rumah bagi kehidupan liar yang menakjubkan. Di sini juga berdiam bekantan dan monyet ekor panjang, burung, serta hewan liar lainnya, belum lagi tanaman asli hutan itu sendiri. Jelasnya tempat ini merupakan harta karun dunia yang menarik perhatian pengunjung dari berbagai belahan dunia.

Taman Nasional Tanjung Puting berada di Provinsi Kalimantan Tengah. Awalnya kawasan ini dinyatakan sebagai cagar alam tahun 1935 dan menjadi taman nasional pada 1982. TNTP berada di semenanjung luar laut Jawa dengan zona habitat yang beragam dari sejumlah besar makhluk hidup, baik flora dan fauna.

Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) merupakan objek wisata yang terkenal dengan kekayaan alam dan hewan. Terutama orangutan, yang menjadi penghuni paling terkenal di taman nasional ini.

Tanjung Puting pada awalnya merupakan cagar alam dan suaka margasatwa dengan luas total 305.000 ha. Selanjutnya Tanjung Puting ditetapkan sebagai Taman Nasional luasnya menjadi 415.040 ha.

Taman nasional yang luasnya hampir mencapai seukuran Bali ini adalah rumah bagi kehidupan liar yang menakjubkan. Di sini juga berdiam bekantan dan monyet ekor panjang, burung, serta hewan liar lainnya, belum lagi tanaman asli hutan itu sendiri. Jelasnya tempat ini merupakan harta karun dunia yang menarik perhatian pengunjung dari berbagai belahan dunia.

Lingkungan hutan yang menakjubkan ini harus dikunjungi jika Anda memang penyuka petualangan di alam terbuka. Sungai di sekitar TNTP merupakan sumber air yang jernih dan didiami beragam ikan air tawar dan makhluk dua alam. Dengan jumlah populasi yang banyak di tempat ini menjadikannya salah satu tempat terpenting di dunia untuk pelestarian hewan primata, burung, reptil dan ikan.

Orangutan tidak diragukan lagi menjadi penghuni yang paling di kenal di TNTP. Di sini menjadi pusat penelitian orangutan yang bertempat Camp Leakey. Di sanalah orangutan ditangkarkan dan diteliti secara berkelanjutan. Dengan sekira tiga perempat populasi orangutan di dunia yang hidup di Kalimantan, TNTP adalah tempat paling sempurna untuk melihat langsung kehidupan hewan menakjubkan itu di alam liar.

Diserbu Turis Asing

Ekowisata pusat rehabilitasi Orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah makin diserbu turis asing, terutama asal Amerika, Eropa dan Jepang.

Jumlah kunjungan wisatawan di Tanjung Puting tahun 2013 sekitar 13.000 orang, terdiri dari 8.500 turis asing, dan 4.500 turis domestik. Kemenparekraf telah banyak memberikan bantuan untuk pengembangan ekowisata di Tanjung Puting di antaranya pembangunan gedung pusat informasi wisata, pembangunan dermaga untuk kapal klotok, pembangunan dua kapal klotok, pembangunan beberapa homestay, dan toilet.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Kemenparekraf, jumlah kunjungan turis meningkat lebih dari 100 persen jika dibandingkan tahun 2010 dimana jumlah turis yang datang hanya sekitar 5.820 orang saja. Dalam waktu tiga tahun sudah meningkat menjadi 13.000 orang.

Bagi turis, kunjungan ke ekowisata Tanjung Puting selain melihat dan memberikan makan Orang Utan juga dapat melakukan trecking ke dalam hutan, melihat satwa lainnya seperti babi hutan, jenis monyet Bekantan, Owa-owa dan Ungka, beruang madu serta 200 jenis burung satwa liar lainnya.

Selain itu, di sana ada hotel di tengah hutan yakni Rimba Orangutan Lodge dan para turis bisa menikmati panorama hutan rimba dengan kapal klotok sambil menyusuri sungai Sekonyer. Para turis dapat makan, minum teh dan kopi serta pisang goreng di kapal Klotok itu. Bahkan tidur malam di kapal klotok di pinggir sungai Sekonyer.

“Selain Tanjung Puting merupakan pusat rehabilitasi dan riset Orangutan, kami kembangkan ekowisata di sini agar masyarakat ikut terlibat dan mendapat banyak keuntungan dan pendapatan sehingga mereka merasa perlu ikut menjaga dan melestarikan hutan lindung dan taman nasional sebagai habitat yang nyaman bagi Orangutan,” kata Prof Birute Galdikas, peneliti Orangutan asal Kanada yang kini sudah menjadi WNI.

Tanjung Puting merupakan taman nasional yang memiliki jumlah Orangutan terbesar di dunia sekitar 6.000 lebih Orangutan hidup disana. Selain itu, di seluruh Sumatera hidup sekitar 7.000 Orangutan.

Hanya dua negara yang memiliki Orangutan yakni Indonesia dan Malaysia. Jadi Orangutan memang termasuk asset dan kekayaan bangsa Indonesia yang perlu dijaga dan dilestarikan kehidupan dan habitatnya