Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example 970x250
Sejarah

Kenali Fakta Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta

×

Kenali Fakta Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta

Share this article
Bung Hatta
Example 468x60

Bukittinggi adalah kota kelahiran Wakil Presiden pertama sekaligus Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Mohammad Hatta. Sesuai dengan namanya, Bukittinggi berada di dataran tinggi Sumatera Barat, berjarak sekitar 100 Kilometer dari Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Udara sejuk perbukitan akan menemani perjalanan Sobat Pesona ke Bukittinggi, melewati jalan berkelok dengan tebing di sisi kiri dan kanan.

Sebagai kota wisata, Bukittinggi yang terkenal dengan ikon Jam Gadang ini tentu memiliki berbagai destinasi wisata. Nah, tidak jauh dari pusat kota Bukittinggi, ada sebuah tempat wisata yang bisa menambah pengetahuan sejarah Sobat Pesona, yakni rumah kelahiran Sang Proklamator, Bung Hatta. Di rumah bergaya klasik yang kini telah diubah menjadi museum, Sobat Pesona akan mengenal lebih dekat kehidupan Bung Hatta sewaktu kecil hingga perjuangan Sang Proklamator untuk mewujudkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Example 300x600

Rumah masa kecil Bung Hatta didirikan sekitar tahun 1860-an dengan menggunakan struktur kayu yang terdiri dari bangunan utama, paviliun, lumbung padi, dapur, dan kandang kuda. Bangunan utama berfungsi untuk menerima tamu, ruang makan keluarga, kamar ibu, paman, dan kakek Bung Hatta. Sedangkan paviliun berfungsi sebagai kamar tidur Bung Hatta.

Bung Hatta lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 di kota yang dulu masih bernama Fort De Kock, dan tinggal di rumah kelahirannya hingga menginjak usia 11 tahun. Selepas itu, Bung Hatta melanjutkan pendidikannya di Meer Uitgebred Lager Onderwijs (MULO) kota Padang, hingga ke Handels Hogeschool di Rotterdam.

Meski hanya sebelas tahun, rumah ini menjadi sangat penting bagi pembentukan karakter aktivis partai politik tersebut. Di rumah itulah, ia belajar kedisiplinan, kesederhanaan, kasih sayang, dan integritas.

Sebenarnya, rumah asli tempat Bung Hatta dilahirkan sudah runtuh pada tahun 1960-an. Lalu atas gagasan Ketua Yayasan Pendidikan Bung Hatta, rumah tersebut dibangun ulang. Penelitian pembangunan ulang ini dimulai pada bulan November 1994, sedangkan proses pembangunannya dimulai pada tanggal 15 Januari 1995. Rumah ini diresmikan pada tanggal 12 Agustus 1995, bertepatan dengan hari lahir Bung Hatta sekaligus dalam rangka merayakan 50 tahun Indonesia Merdeka.Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta dibangun mengikuti bentuk aslinya. Hal ini dapat disaksikan dalam memoar Bung Hatta ataupun berbagai dokumentasi milik keluarga Bung Hatta.

Sebagian besar perabotan di dalam rumah masih asli dari peninggalan masa kecil Bung Hatta yang diperoleh dari keluarga dan kerabat. Begitupun tata letak perabotan tersebut masih dipertahankan di tempat asalnya. Bahkan, sepeda ontel yang dulu sering digunakan Bung Hatta masih tersimpan di kamar yang terletak di paviliun belakang bangunan utama.

Di Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, Sobat Pesona bisa menyaksikan kesederhanaan Sang Proklamator melalui kamarnya. Kamar bujang Bung Hatta berukuran kecil, dilengkapi lemari yang berisi buku-buku bacaannya.

Museum ini juga menyajikan informasi silsilah keturunan Bung Hatta hingga foto-foto sejarah perjuangan hidup Bung Hatta dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia dari penjajahan Belanda dan Jepang.

Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta yang terletak di jalan Soekarno-Hatta No.37, Bukittinggi, Sumatera Barat sangat dekat dengan jantung Kota Bukittinggi. Untuk menuju ke sana, Sobat Pesona hanya perlu waktu berjalan sekitar 15 menit dari Jam Gadang. Wisata museum ini sayang jika dilewatkan, apalagi untuk masuk sama sekali tidak dikenakan biaya. Museum ini beroperasi setiap hari, mulai pukul 08.00-17.00 WIB.

Nah, supaya bisa segera merasakan langsung berbagai keseruan di Bukittinggi, yuk kita dukung upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan vaksinasi dan menerapkan protokol kesehatan 6M, mulai dari menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, dan menghindari makan bersama agar aktivitas berwisata nanti tetap aman dan nyaman!