Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example 970x250
Wisata

Mendaki di Kemegahan Gunung Tamponas Sumedang

×

Mendaki di Kemegahan Gunung Tamponas Sumedang

Share this article
Gunung Tamponas
Example 468x60

Gunung Tampomas merupakan gunung tertinggi di Kabupaten Sumedang. Gunung ini sering dikunjungi para pendaki. Gunung Tampomas memiliki ketinggian sekitar 1.684 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan luas sekitar 1.074 hektare. Salah satu jalur pendakian favoritnya, yakni jalur Cibeureum di Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka, Sumedang.

Dari puncak Tampomas, selain dapat menikmati keindahan kota Sumedang dan Subang, para pendaki juga dapat melihat kemegahan akan beberapa gunung di sekitarnya seperti Gunung Cikuray, Gunung Ciremai, Gunung Kareumbi, Gunung Manglayang dan gunung lainnya di Jawa Barat.

Example 300x600

Salah satu pengurus Pos Pendakian Tampomas Boga Carita Doni mengatakan, Gunung Tampomas memiliki karakteristik jalur dengan medannya yang terjal atau oleh para pendaki dikenal dengan istilah ‘garutan’.

“Gunung Tampomas medannya hampir sama dengan Gunung Cikurai,” ungkap Doni kepada detikJabar.

Gunung Tampomas memiliki 8 pos medan pendakian. Dari pos basecamp sampai pos 3 lahannya di bawah pengawasan perhutani dengan karakteristik jalurnya yang landai.

Kemudian dari pos 4 sampai puncak, lahannya di bawah pengawasan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Jabar. Dari sini medannya mulai menanjak dan terjal dengan beberapa spotnya yang dikenal dengan nama Sanghyang Lawang, Sanghyang Taraje dan Sanghyang Tikoro.

“Itu kenapa dinamai Sanghyang Lawang, Sanghyang Taraje dan Sanghyang Tikoro sebab semakin menuju puncak medannya semakin terjal,” ungkap Doni.

Menurut Doni, Gunung Tampomas tidak memilki batas vegetasi atau perbatasan antara kawasan hutan dengan kawasan puncak.

“Kalau soal vegetasi pohon, Gunung Tampomas dari mulai pintu rimba sampai puncak itu rapat vegetasi pohonnya sampai puncak,” tuturnya.

Sumber air jalur pendakian Cibeureum diketahui sangat minim atau hanya tersedia di pos basecamp pendakian. Itu kenapa para pendaki disarankan agar dapat mempersiapkan kebutuhan air dari bawah.

Gunung Tampomas biasanya dikunjungi para pendaki sekitar 30-50 orang pada saat libur akhir pekan.

“Sementara pada saat momen hari-hari besar nasional, jumlah para pendaki akan semakin bertambah bisa sampai 150 orang atau minimalnya sekitar 100 orang,” terang Doni.

Para pendaki yang akan menjajal jalur Cibeureum menuju puncak Gunung Tampomas diharapkan dapat mengikuti SOP terkait perbekalan dan perlengkapan.

“Jangan sekali-kali menganggap remeh ketinggian Gunung Tampomas atau ketinggian gunung-gunung lainnya. Para pendaki alangkah baiknya mempersiap skenario jika menemui kemungkinan terburuk, entah itu bagi para pendaki yang akan nge-camp atau tek-tok,” paparnya.

Satu hal yang sangat penting adalah para pendaki harus memperhatikan kesehatan fisik serta mental.

“Juga persiapan akan perbekalan air harus diperhatikan sebab pada saat di jalur sampai puncak tidak ada sumber air kalau lewat jalur Cibeureum,” terangnya.

Para pendaki yang akan mendaki Gunung Tampomas dikenai tarif untuk jasa penitipan kendaraan bermotor sebesar Rp10.000.

Para pendaki juga diwajibkan mengisi formulir terkait biodata serta surat pernyataan yang telah dipersiapkan oleh petugas di lokasi.

“Setelah itu kemudian akan ada pengarahan dari petugas sebelum pengunjung melakukan pendakian menuju puncak,” tuturnya.