Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example 970x250
Wisata

Mengenal Sejarah Candi Mendut Jawa Tengah

×

Mengenal Sejarah Candi Mendut Jawa Tengah

Share this article
Candi Mendut
Example 468x60

Candi Mendut adalah candi agama Buddha yang berlokasi di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi ini merupakan salah satu candi dari tiga serangkai candi di Magelang yaitu Candi Borobudur, Pawon, dan Mendut.

Candi Mendut merupakan peninggalan dari Kerajaan Mataram Kuno yang diduga dibangun pada abad ke-9. Seorang ahli arkeolog asal Belanda, J.G. De Casparis, menduga jika Candi Mendut dibangun oleh raja pertama dari Wangsa Syailendra pada 824, dibuktikan dengan Prasasti Karangtengah.

Example 300x600

Isi prasasti yang berangka tahun 824 tersebut menyebutkan bahwa, Raja Indra telah membuat bangunan suci bernama wenuwana. Casparis mengartikan wenuwana (hutan bambu) sebagai Candi Mendut dan diperkirakan usianya lebih tua dibanding Candi Borobudur.

Candi Mendut ditemukan kembali pada 1836. Saat itu, seluruh bangunannya telah ditemukan, kecuali bagian atapnya. Kemudian pada 1897 hingga 1904, pemerintah Hindia Belanda melakukan upaya pemugaran untuk pertama kalinya, meski belum seutuhnya.

Kaki dan tubuh candi berhasil direkonstruksi. Pada 1908, Theodor Van Erp memimpin rekonstruksi dan pemugaran kembali Candi Mendut, untuk penyempurnaan bentuk atap, memasang kembali stupa-stupa, dan memperbaiki sebagian atapnya. Pemugaran sempat terhenti karena permasalahan dana, tetapi pada 1925 kembali dilanjutkan sampai selesai.

Candi Mendut dibangun dari bahan batu bata dengan campuran batu andesit, sehingga terlihat sangat kokoh. Di dalamnya terdapat tiga buah arca Buddha serta sebuah patung Buddha Sakyamuni dengan posisi duduk. Candi Mendut berbentuk segi empat dengan tinggi bangunan 26,40 meter di atas batu setinggi 2 M.

Tangga menuju selasar candi terdapat di sisi barat, di depan pintu masuk candi yang dilengkapi bilik penampil. Bagian dinding candi ini memiliki berbagai macam relief berpahat yang menggambarkan ajaran Buddha. Di antaranya adalah relief dengan gambar kura-kura dan angsa, Brahma dan seekor kepiting, Dharmabuddhi dan Dustabuddhi, dan relief dua burung betet yang berbeda.

Selain itu, Candi Mendut juga dilengkapi dengan elemen lain seperti arca dan stupa. Tepat di dalam bilik, terdapat tiga arca Buddha, yaitu Cakyamuni yang bersila, Avalokitesvara yang melambangkan sifat penolong, dan Maitreya yang melambangkan pembebas manusia di masa depan. Secara penampilan, bentuk Candi Mendut dianggap memiliki kemiripan dengan candi di sekitar Kompleks Candi Dieng dan Candi Gedong Songo.