Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example 970x250
Wisata

Mengenal Sejarah Kuburan Londa Toraja

×

Mengenal Sejarah Kuburan Londa Toraja

Share this article
Kuburan Londa Toraja
Example 468x60

Londa Toraja merupakan kompleks pemakaman yang kini menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Meskipun memberikan kesan horor, wisata pemakaman gua alam Londa Toraja ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang datang ke Toraja Utara. Destinasi wisata pemakaman gua Londa ini terletak di Desa Sangbua, Kecamatan Kesu’, Toraja Utara.

Example 300x600

Akses menuju destinasi Londa Toraja ini cukup mudah karena pengunjung hanya perlu menempuh jarak 5 kilometer (Km) dari pusat Kota Rantepao, Toraja Utara. Sementara jika dari arah Kota Makale Tana Toraja, berjarak kurang lebih 16 Km.

Untuk masuk ke kawasan wisata Londa Toraja, pengunjung harus membayar biaya tiket sebesar Rp 15 ribu per orang. Terdapat dua gapura atau gerbang di destinasi wisata Londa Toraja. Gapura pertama yakni wilayah UMKM dan lahan parkir kendaraan, sementara gapura kedua adalah area pemakaman dan gua Londa.

Saat melewati gapura ke dua, pengunjung akan disuguhkan pemandangan jejeran peti jenazah dari kejauhan. Selain peri jenazah juga dapat terlihat jejeran Tau-tau, yakni patung menyerupai jenazah yang dimakamkan di dalam gua.

Penjaga makam gua Londa, Ardin menjelaskan bahwa gua Londa Toraja sudah berumur ratusan tahun dan masih digunakan hingga saat ini. Gua Londa memiliki panjang kurang lebih 1 Km.

“Dalam gua Londa juga dapat ditemukan Erong atau tempat jenasah yang berbentuk babi dan kerbau yang dipenuhi dengan tengkorak dan tulang belulang, usianya itu sudah ratusan tahun. Baru di atas punggung gua terdapat sebua benteng pertahanan yang bernama Tarangenge’,”

Ardin menjelaskan tempat jenazah di dalam gua memiliki beberapa tingkatan. Hal ini sesuai dengan strata orang yang dimakamkan, semakin tinggi tempatnya maka menandakan semakin tinggi strata jenazah tersebut.

Lebih lanjut Ardin menjelaskan bahwa gua Londa Toraja sudah dijadikan makam sejak abad ke 11. Awalnya, diperuntukkan bagi jenazah yang bermarga To’lengke dan To’pangrapa.

Kedua orang itu merupakan yang pertama kali menemukan gua tersebut. Keduanya kemudian menjadikannya gua tersebut sebagai makam keluarga.

“Ini dijadikan makam sejak abad ke 11. Tapi orang dimakamkan di sini itu tidak untuk semua orang, hanya bermarga To’lengke dan To’pangrapa saja. Selain itu tidak bisa,” jelasnya.

ada akibat yang bisa saja menimpa pengunjung jika melanggar arturan tersebut. Ia mengungkapkan, sering terjadi saat wisatawan menyentuh tengkorak atau tulang belulang yang ada di dalam pemakaman gua Londa Toraja langsung kesurupan.

“Sering ada lakukan itu, padahal sudah diperingatkan. Langsung itu kesurupan. Obatnya biasanya disiramkan air sesajen tadi,” ungkapnya.