Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example 970x250
Teknologi

Pengembangan Teknologi Kapal Sungai Pengangkut Timbulan Sampah

×

Pengembangan Teknologi Kapal Sungai Pengangkut Timbulan Sampah

Share this article
Kapal Sungai
Example 468x60

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) bersama Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) sepakat melakukan Kajian bersama tentang Teknologi Produksi Kapal Sungai Pengangkut Timbulan Sampah Menggunakan Material High-Density Polyethylene (HDPE). Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama oleh Kepala Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika Widjo Kongko dengan Direktur PPNS Rachmad Tri Soelistijono di Ruang Sidang 1 Gedung Direktorat PPNS pada Jumat (22/12).

Kerja sama kedua belah pihak ini didasari oleh sebuah fakta bahwa sungai merupakan sumber bahan baku air minum bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Sedangkan pada kenyataannya sungai mendapatkan banyak pencemaran dari lingkungan sekitarnya, baik itu dari limbah domestik maupun limbah industri.

Example 300x600

Semakin buruk kualitas air di sungai maka bahan baku air minum yang akan digunakan oleh PDAM akan semakin tercemar sehingga penambahan zat kimia pada pengolahan air minum akan semakin banyak. Oleh karena itu, dibutuhkan wahana kapal sampah susur sungai untuk mengendalikan timbulan sampah di sungai-sungai.

Rachmad Tri Soelistijono Direktur PPNS, menyampaikan bahwa menyambut baik adanya kerja sama tersebut dan PPNS dijadikan bagian dari riset yang sangat penting oleh BRIN. “Kami pada prinsipnya menyambut baik segala bentuk kegiatan kerja sama yang selama ini juga sudah dilakukan oleh PPNS dan BRIN. Diharapkan tahun depan akan dimulai tahap desain sampai produksi serta kerja sama ini bisa berlanjut lagi dan bisa dilakukan kerja sama-kerja sama lainnya,” tuturnya.

Kapal Sungai Pengangkut Timbulan Sampah dengan tujuan utama adalah melakukan kajian teknologi produksi kapal sungai pengangkut timbulan sampah berbahan HDPE yang dilengkapi dengan sistim pengangkat (konveyor) dan alat pencacah yang beroperasi diperairan dangkal.

Widjo Kongko dalam sambutannya mendukung program Prioritas Nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yaitu membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana, dan perubahan iklim; mendukung program kebersihan air sungai untuk pemenuhan kebutuhan air bersih dalam rangka menunjang kebutuhan air bersih di Surabaya; dan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan mendukung di sektor industri perkapalan, industri daur ulang, dan pariwisata.

“Secara umum kegatan ini untuk mensinergikan segala hal dalam rangka memanfaatkan sumber daya dan fasilitas yang kita miliki untuk dapat menghasilkan output yang bermanfaat bagi berbagai pihak,” ucap Widjo.

Adapaun nilai keterbaruan penelitian yakni Kapal sampah susur sungai menggunakan material High-Density Polyethylene (HDPE) sebagai bahan utama lambung kapal sehingga lebih ramah lingkungan. Kapal sampah susur sungai memiliki kapasitas bak penampungan sampah lebih besar serta teknologi penanganan sampah yang lebih maju dibandingkan kapal sampah milik Pemeritah Kota Surabaya saat ini.

Selain itu, kapal sampah susur sungai menggunakan mesin tempel dengan kecepatan tinggi 10 knots saat loading. Widjo Kongko menambahkan bahwa riset Teknologi Produksi Kapal Sungai Pengangkut Timbulan Sampah Menggunakan Material High-Density Polyethylene (HDPE) merupakan pilot project PRTH.

Bersamaan dengan itu, Meitha Soetardjo, selaku Ketua Periset dalam kajian tersebut menjelaskan sasaran dari Kajian Kapal Sungai Pengangkut Timbulan Sampah ini adalah dihasilkannya sebuah desain kapal sungai pengangkut timbulan sampah beroperasi di perairan dangkal, dihasilkannya sebuah kajian sistim pengangkat (konveyor) dan alat pencacah sampah, dihasilkannya sebuah kajian tentang karakteristik pengelasan material HDPE. Sehingga kapal tersebut bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar.